Model

Model
SimalungunNewsPeristiwaRubrik

Remaja 17 Tahun Tewas Tersengat Listrik di Kebun Marihat, Polisi Ungkap Hasil Olah TKP

×

Remaja 17 Tahun Tewas Tersengat Listrik di Kebun Marihat, Polisi Ungkap Hasil Olah TKP

Sebarkan artikel ini

SIMALUNGUN – AIRMAILNEW.COM Seorang remaja berusia 17 tahun, Posman Pratama Damanik, ditemukan meninggal dunia di areal perkebunan kelapa sawit PTPN IV Kebun Marihat, Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun, Senin (10/8/2026) pagi.

Kapolsek Gunung Malela AKP Hengky Bonari Siahaan, S.H., M.H., mengatakan personel Polsek Gunung Malela bersama Tim Identifikasi (Inafis) Polres Simalungun langsung turun ke lokasi setelah menerima laporan masyarakat sekitar pukul 05.19 WIB.

“Begitu menerima informasi dari masyarakat, personel kami langsung bergerak menuju lokasi dan berkoordinasi dengan Tim Inafis Polres Simalungun untuk melakukan olah TKP,” ujar AKP Hengky saat dikonfirmasi, Senin malam sekitar pukul 21.05 WIB.

Korban diketahui merupakan warga Huta IV Bagasan, Nagori Silampuyang, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun.

Setibanya di lokasi, polisi langsung mengamankan area dan melakukan olah tempat kejadian perkara bersama Tim Inafis. Proses tersebut turut disaksikan Pemerintah Nagori dan Babinsa setempat.

Dari hasil pemeriksaan di lokasi, keterangan lima orang saksi serta visum luar, korban diduga meninggal dunia akibat tersengat aliran listrik tegangan tinggi sekitar 550 KVA saat sedang mengegrek buah kelapa sawit.

“Dari hasil pemeriksaan, korban diduga meninggal dunia akibat sengatan listrik tegangan tinggi yang mengenai alat egrek berbahan fiber aluminium,” jelas Hengky.

Tim Inafis Polres Simalungun yang terdiri dari Aipda Owen Saragih dan Aipda Sujid Saputra melakukan pemeriksaan dan dokumentasi terhadap kondisi korban serta lokasi kejadian.

Setelah proses olah TKP selesai, jenazah korban dibawa ke RSUD Djasamen Saragih untuk pemeriksaan lebih lanjut. Polisi juga mendampingi keluarga dalam proses administrasi, termasuk penyampaian surat pernyataan penolakan autopsi dari pihak keluarga.

Kapolsek menegaskan, penanganan kejadian tersebut dilakukan secara cepat namun tetap mengedepankan prosedur dan ketelitian dalam proses identifikasi.

“Kinerja Tim Inafis bersama personel Polsek Gunung Malela menunjukkan sinergi yang baik antara satuan kewilayahan dan satuan fungsi teknis dalam merespons laporan masyarakat,” katanya.

Dalam penanganan kejadian tersebut, enam personel Polsek Gunung Malela turut dikerahkan, yakni AKP Hengky B. Siahaan, IPDA Roy Rumapea, Aiptu Ipran Saragih, Aipda Indo Siahaan, Aipda Felix Tamba, dan Brigadir Efraim Purba.

“Kami mengapresiasi kerja keras seluruh personel dan Tim Inafis yang telah menangani kejadian ini secara profesional. Situasi di lapangan hingga saat ini tetap aman dan kondusif,” pungkas Hengky.(Rel/Polsek Gunung Malela/AIRMAILNEW.COM)