SIMALUNGUN – AIRMAILNEW.COM Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei kembali menunjukkan perannya sebagai salah satu pusat pertumbuhan industri dan investasi di Sumatera Utara. Hal itu ditandai dengan peresmian pengembangan operasional produksi PT Unilever Oleochemical Indonesia (UOI) di Marvel 3 Hall, KEK Sei Mangkei, Kabupaten Simalungun, Rabu (26/8/2026).
Peresmian dilakukan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung, didampingi Wakil Gubernur Sumatera Utara H. Surya, Direktur Utama PTPN IV Jatmiko Krisna Santosa, serta Chief Supply Chain Officer Unilever Willem Uijen.
Turut hadir Bupati Simalungun Dr. H. Anton Achmad Saragih, Bupati Batu Bara Baharuddin Siagian, unsur Forkopimda, pimpinan BUMN, investor, dan sejumlah pemangku kepentingan.
Wakil Gubernur Sumatera Utara H. Surya menyampaikan bahwa keberhasilan investasi tidak hanya diukur dari besarnya modal maupun volume produksi, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan masyarakat, khususnya melalui penyerapan tenaga kerja lokal dan kemitraan dengan UMKM.
Sementara itu, Wamen ESDM Yuliot Tanjung menegaskan pemerintah terus memperkuat infrastruktur pendukung investasi di KEK Sei Mangkei, termasuk pembangunan jaringan pipa gas Dumai–Sei Mangkei senilai sekitar Rp3,5 triliun untuk menjamin pasokan energi bagi industri.
Hingga pertengahan 2026, KEK Sei Mangkei disebut telah menarik investasi sekitar US$1,87 miliar dari 29 pelaku usaha dan menyerap lebih dari 16.000 tenaga kerja.
PT UOI menjadi salah satu investor utama. Pada semester I 2026, ekspor UOI tercatat mencapai US$403 juta, atau lebih dari separuh total ekspor KEK Sei Mangkei sebesar US$778 juta.
Bupati Simalungun Dr. H. Anton Achmad Saragih menilai perkembangan KEK Sei Mangkei merupakan peluang besar bagi daerah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan pekerjaan, meningkatkan kualitas SDM, serta memperluas peluang usaha bagi masyarakat dan UMKM lokal.
«“Keberadaan KEK Sei Mangkei harus mampu memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat Simalungun. Kita berharap investasi yang terus berkembang di kawasan ini dapat membuka lebih banyak kesempatan kerja, meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, serta memberikan peluang yang lebih luas bagi pelaku usaha dan UMKM lokal,” ujar Bupati.»
Bupati menegaskan, keberhasilan pengembangan kawasan industri membutuhkan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN, dunia usaha, dan masyarakat.
Dengan pengembangan industri yang terus berjalan, KEK Sei Mangkei diharapkan semakin memperkuat posisi Kabupaten Simalungun sebagai kawasan strategis industri hilir dan investasi, sekaligus menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
(Red)










