Pematangsiantar – Airmailnew.com
Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026 M, Pemerintah Kota Pematangsiantar melalui Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan menggelar Operasi Pasar Murah guna membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Kegiatan yang merupakan bagian dari program stabilisasi harga dalam rangka Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) tersebut dilaksanakan pada Kamis (12/03/2026) di wilayah Kecamatan Siantar Marihat. Kegiatan ini mendapat sambutan antusias dari masyarakat yang datang untuk membeli berbagai kebutuhan pokok dengan harga lebih murah dibandingkan harga pasar.
Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Kota Pematangsiantar, Herbert Aruan, S.Pd, MH, mengatakan pasar murah ini digelar untuk membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok menjelang Lebaran.
“Dalam rangka menghadapi hari besar keagamaan khususnya menjelang Hari Raya Idul Fitri, Pemerintah Kota Pematangsiantar melalui Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan bekerja sama dengan pihak kecamatan melaksanakan pasar murah,” ujar Herbert.
Ia menjelaskan kegiatan pasar murah tersebut dilaksanakan selama empat hari dengan menyasar delapan kecamatan di Kota Pematangsiantar.
“Pasar murah ini kita lakukan mulai hari Selasa hingga Jumat dan dilaksanakan di delapan kecamatan. Hari ini kegiatan sudah memasuki hari ketiga dan dilaksanakan di Kecamatan Siantar Marihat serta Kecamatan Siantar Selatan,” jelasnya.

Dalam kegiatan pasar murah tersebut, sejumlah bahan pokok dijual dengan harga terjangkau, di antaranya beras Rp52.000, telur Rp50.000, minyak goreng Rp12.000, cabai merah Rp4.500, bawang merah Rp5.500, bawang putih Rp7.500, gula Rp16.000 dan tepung Rp10.000.
Selain harga yang lebih murah, pemerintah juga menyediakan stok bahan pokok dalam jumlah cukup besar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Total komoditi yang disiapkan antara lain beras SPHP 5 kilogram sebanyak 2.500 sak (250 sak per lokasi), minyak goreng Minyak Kita sebanyak 1.800 liter (180 liter per lokasi), telur sebanyak 500 papan (50 papan per lokasi), gula pasir sebanyak 1.000 kilogram (100 kilogram per lokasi), tepung terigu sebanyak 200 kilogram (20 kilogram per lokasi), serta cabai merah, bawang merah dan bawang putih masing-masing sebanyak 50 kilogram atau 5 kilogram per lokasi.
Herbert berharap melalui kegiatan ini masyarakat dapat terbantu sehingga harga kebutuhan pokok tetap stabil menjelang Hari Raya Idul Fitri.
“Kita berharap dengan kegiatan ini masyarakat benar-benar merasakan bantuan sehingga bisa menjalankan ibadah puasa dan menyambut Hari Raya Idul Fitri dengan nyaman. Kita juga berharap harga sembako di Kota Pematangsiantar tetap stabil,” katanya.
Selain pasar murah, Pemko Pematangsiantar juga menjalankan program Harga Amat-Amat Terjangkau (HATT) dengan menggunakan mobil keliling yang menjual kebutuhan pokok langsung ke masyarakat.

“Melalui mobil keliling ini kita membawa sembako dari kelurahan ke kelurahan sehingga masyarakat dapat membeli kebutuhan pokok dengan harga terjangkau di dekat rumahnya,” tambah Herbert.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan panic buying karena ketersediaan bahan pokok di Kota Pematangsiantar masih aman.
“Kami berharap masyarakat tidak melakukan panic buying. Berdasarkan hasil sidak yang telah dilakukan ke pasar dan distributor, stok sembako di Kota Pematangsiantar aman dan terkendali. Belanjalah secara bijak dan secukupnya,” ujarnya.

Sementara itu, Camat Siantar Marihat Pedi Arianto Sitopu, SE, M.Si menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Pematangsiantar atas pelaksanaan pasar murah tersebut.
Menurutnya, kegiatan tersebut sangat membantu masyarakat, khususnya warga di tingkat kelurahan.
“Kami selaku Camat berharap kegiatan seperti ini terus ditingkatkan karena sangat membantu masyarakat. Selain harganya murah, stoknya juga tersedia sehingga masyarakat, khususnya ibu-ibu, tidak perlu lagi jauh-jauh ke pasar,” ungkapnya.
Salah seorang warga yang ikut berbelanja dalam kegiatan tersebut, Indah Boru Rajagukguk, mengaku sangat terbantu dengan adanya pasar murah yang digelar pemerintah.
Indah yang sehari-hari bekerja sebagai buruh rajut dan merupakan warga Kelurahan Pararasan itu mengatakan harga kebutuhan pokok yang dijual jauh lebih murah dibandingkan harga di warung.
“Terbantu sekali kami dengan adanya pasar murah ini karena harganya memang jauh lebih murah. Misalnya gula di warung bisa sampai sekitar Rp18 ribu, di sini jauh lebih murah,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan pasar murah seperti ini dapat terus dilaksanakan karena sangat membantu masyarakat, khususnya warga dengan ekonomi menengah ke bawah.
“Harapannya kegiatan seperti ini bisa sering dilakukan karena sangat membantu masyarakat,” pungkasnya.









