Model

PematangsiantarKesehatan

Obat Kosong di RS Harapan, Pasien BPJS Terpaksa Beli di Luar — DPRD Minta Manajemen Jangan Lalai!

×

Obat Kosong di RS Harapan, Pasien BPJS Terpaksa Beli di Luar — DPRD Minta Manajemen Jangan Lalai!

Sebarkan artikel ini

Pematangsiantar – Airmailnew.com

Pelayanan kesehatan kembali jadi sorotan. Seorang pasien mengaku kecewa setelah tidak mendapatkan seluruh obat yang diresepkan dokter di Rumah Sakit Harapan. Akibatnya, pasien tersebut terpaksa mencari dan membeli obat di luar rumah sakit.

Keluhan itu disampaikan Elly Sihombing, warga Pematangsiantar, usai menjalani pemeriksaan pada Kamis (26/2/2026). Dari tiga jenis obat yang diresepkan dokter, satu di antaranya dinyatakan kosong.

“Saya berobat, tapi obat yang dibutuhkan tidak ada. Akhirnya harus beli di luar,” ujarnya dengan nada kecewa.

Kondisi ini memunculkan tanda tanya besar di tengah masyarakat, terutama bagi peserta BPJS Kesehatan yang berharap pelayanan obat bisa diterima secara lengkap tanpa harus mengeluarkan biaya tambahan.

Awak media Airmailnew sempat mencoba mengonfirmasi ke kantor BPJS di Jalan Perintis hingga ke kantor pelayanan BPJS di Ramayana Jalan Sutomo. Namun diarahkan untuk berkoordinasi langsung dengan staf BPJS Kesehatan di RS Harapan Vincensius Manalu.

Menanggapi hal tersebut, Humas RS Harapan, Nesli Purba, Senin (2/3/2026) sore, membenarkan adanya kekosongan satu jenis obat.

“Dari tiga obat yang diresepkan, dua sudah diberikan. Memang ada satu yang kosong. Pasien sudah diberi penjelasan dan akan kami hubungi begitu obat tersedia. Proses pengadaan sedang berjalan dan dalam waktu dekat tiba,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa pihak rumah sakit tidak pernah memiliki kebijakan menyuruh pasien, khususnya peserta BPJS, untuk membeli obat di luar.

“Kami tidak memiliki kebijakan mengarahkan pasien membeli obat di luar. Jika ada informasi seperti itu, akan kami telusuri karena tidak sesuai prosedur pelayanan,” tegasnya.

Menurutnya, kekosongan terjadi murni karena persoalan persediaan dan akan menjadi bahan evaluasi internal agar pelayanan farmasi lebih optimal.

Sorotan tajam juga datang dari anggota Komisi I DPRD Pematangsiantar, Patar Luhut Panjaitan. Politisi Partai Gerindra itu meminta manajemen rumah sakit tidak lengah dalam memastikan ketersediaan obat.

“Kita minta rumah sakit lebih kreatif dan responsif. Di era sekarang, kebutuhan obat pasien tidak boleh lagi terkendala stok,” ujarnya tegas.

Peristiwa ini menjadi peringatan serius bagi manajemen rumah sakit. Bagi pasien, obat bukan sekadar pelengkap resep, melainkan bagian penting dari proses penyembuhan. Ketika obat tak tersedia, kepercayaan publik pun ikut dipertaruhkan.