Model

Simalungun

Iuran Rp200 Ribu Dipersoalkan, Ketua Kelompok Tani Melati VI Buka Suara: Untuk Obat Sapi, Bukan Kepentingan Pribadi

×

Iuran Rp200 Ribu Dipersoalkan, Ketua Kelompok Tani Melati VI Buka Suara: Untuk Obat Sapi, Bukan Kepentingan Pribadi

Sebarkan artikel ini

SIMALUNGUN — AIRMAILNEW.COM

Isu pengutipan iuran sebesar Rp200 ribu di Kelompok Tani Melati VI sempat memantik tanda tanya. Namun, pihak kelompok tani angkat bicara dan meluruskan informasi yang beredar.

Di lokasi peternakan lembu Desa mekar mulia kecamatan Tanah Jawa kabupaten Simalungun, Sabtu (28/3/2026), salah satu anggota berinisial MS menegaskan bahwa iuran tersebut memang disepakati dan digunakan untuk kebutuhan bersama, khususnya penanganan kesehatan ternak.

“Memang ada iuran Rp200 ribu. Itu dipakai untuk beli obat sapi yang sakit, seperti LSD, demam, kaki pincang, dan juga untuk inseminasi buatan (IB),” ungkapnya.

MS juga mengingatkan agar anggota tidak mudah terpengaruh isu dari pihak luar yang berpotensi memecah soliditas kelompok.

“Jangan sampai kelompok ini dipecah belah oleh informasi yang tidak jelas. Kita di sini fokus beternak,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Melati VI, Jihan Pratama, menepis anggapan bahwa iuran tersebut dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi. Ia menegaskan, seluruh dana digunakan secara terbuka untuk kebutuhan peternakan.

“Kami tidak mungkin sembarangan meminta iuran tanpa kejelasan. Semua digunakan untuk pengobatan sapi yang sakit dan program kawin suntik,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi sejumlah ternak yang terserang penyakit seperti Lumpy Skin Disease (LSD) memang membutuhkan penanganan cepat dan biaya tambahan di luar bantuan yang ada.

Ia pun mengajak seluruh anggota untuk tetap kompak dan tidak terprovokasi isu yang belum tentu benar.

“Yang kita butuhkan sekarang adalah kerja sama, bukan kecurigaan. Bantuan dari pemerintah harus kita jaga bersama,” tandasnya.

(NSi)