SIMALUNGUN — AIRMAILNEW.COM
Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, menjadi pusat perhatian dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui hilirisasi industri, Rabu (29/4/2026).
Di kawasan strategis tersebut, digelar kegiatan groundbreaking Program Hilirisasi Perkebunan Fase II untuk pengembangan industri oleo food dan biodiesel yang diinisiasi oleh PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bupati Simalungun, Dr. H. Anton Ahmad Saragih, bersama unsur Forkopimda, pejabat daerah, serta sejumlah tokoh penting lainnya. Acara diawali dengan menyaksikan pidato Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang disiarkan secara langsung dari Cilacap, Jawa Tengah.
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa saat ini terdapat 13 proyek strategis nasional di bidang hilirisasi dengan nilai investasi mencapai Rp116 hingga Rp119 triliun. Proyek tersebut mencakup berbagai sektor strategis, seperti energi, mineral, dan pertanian.
Presiden menegaskan bahwa hilirisasi merupakan langkah strategis untuk memperkuat struktur ekonomi nasional. Melalui kebijakan ini, Indonesia didorong untuk tidak lagi hanya mengekspor bahan mentah, tetapi mampu menghasilkan produk bernilai tambah tinggi.
Usai mengikuti arahan Presiden, Bupati Simalungun menyampaikan apresiasi kepada manajemen PTPN IV dan seluruh pihak yang terlibat dalam pengembangan industri hilirisasi di wilayah tersebut.
Menurut Bupati, hilirisasi menjadi kunci dalam meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan daerah, khususnya kelapa sawit, sekaligus mendorong transformasi ekonomi dari sektor hulu menuju industri pengolahan yang modern dan berdaya saing.
“Pembangunan industri oleo food dan biodiesel ini akan memberikan dampak positif yang besar, mulai dari terbukanya lapangan kerja, peningkatan kesejahteraan masyarakat, hingga pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan,” ujar Bupati.
Bupati juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Simalungun dalam mendukung investasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, dengan tetap mengedepankan prinsip keberlanjutan dan pelestarian lingkungan.
Kegiatan dilanjutkan dengan penekanan tombol secara simbolis sebagai tanda dimulainya konstruksi proyek, serta penyerahan cenderamata sebagai simbol sinergi dan kerja sama.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Gubernur Sumatera Utara, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Fariz Haholongan Hutagalung, Wakil Bupati Batu Bara Syafrizal, Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III Ryanto Wisnuardhy, Direktur Utama PTPN IV Ugun Untaryo, beserta jajaran manajemen dan tamu undangan lainnya.
Dengan dimulainya proyek ini, diharapkan KEK Sei Mangkei semakin berkembang sebagai pusat industri hilirisasi yang mampu memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian daerah maupun nasional.(***)










