PEMATANGSIANTAR — AIRMAILNEW.COM
Sore itu, bukan sekadar bantuan yang datang ke Panti Asuhan Vita Dulcedo. Lebih dari itu, hadir tawa, harapan, dan kehangatan yang jarang dirasakan anak-anak di sana.
Kehadiran Anggota DPRD sekaligus Ketua Komisi I Kota Pematangsiantar, Robin Manurung, Senin (13/04/2026), seolah mengubah suasana panti menjadi penuh sukacita. Anak-anak yang biasanya menjalani hari dengan rutinitas sederhana, sore itu tampak berseri, tertawa, dan larut dalam kebersamaan.
Robin datang tidak dengan suasana kaku layaknya pejabat, melainkan membaur, duduk bersama, dan berbincang hangat dengan anak-anak. Ia juga membawa bantuan berupa beras, minyak goreng, gula, susu, hingga pampers untuk kebutuhan anak-anak panti.
Namun, yang paling terasa bukanlah nilai bantuannya—melainkan perhatian yang diberikan.
Suasana semakin hidup saat anak-anak menampilkan berbagai tarian. Dengan penuh semangat, mereka menunjukkan kemampuan terbaiknya, seakan ingin membalas kehadiran tamu dengan kebahagiaan. Tepuk tangan pun bergemuruh, mencairkan suasana menjadi penuh kehangatan.
Kebersamaan itu berlanjut dalam momen makan bersama. Tanpa sekat, Robin duduk dan menyatu dengan anak-anak, menciptakan suasana kekeluargaan yang sederhana namun begitu membekas.
Di tengah suasana santai itu, Robin menyampaikan pesan yang menyentuh. Ia bercerita tentang perjalanan hidupnya yang tidak selalu mudah.
“Saya bukan siapa-siapa. Tapi saya percaya, ketika kita berusaha dan berserah kepada Tuhan, jalan itu pasti ada,” ucapnya pelan, namun penuh makna.
Ia juga mengingatkan anak-anak bahwa mereka tidak sendiri. Kasih Tuhan, kata dia, selalu hadir melalui orang-orang yang peduli, termasuk para suster yang setia mendampingi.
“Adik-adik tetap diberkati. Tuhan hadir lewat orang-orang yang menyayangi kalian di sini,” katanya.
Tak hanya berbagi motivasi, Robin juga membagikan kisah masa kecilnya yang penuh kenakalan. Ia bahkan mengaku pernah dihukum hingga harus membersihkan toilet.
“Saya dulu bandel, sering dihukum. Tapi justru dari situ saya belajar disiplin,” ujarnya, disambut tawa kecil anak-anak.
Cerita itu menjadi bukti bahwa masa lalu bukan penghalang untuk masa depan. Ia pun mengajak anak-anak untuk tidak mengeluh, melainkan menjadikan setiap proses sebagai kekuatan.
“Dari situ kita ditempa jadi lebih kuat,” tuturnya.
Sementara itu, Suster Maria Goretti KYM selaku Ketua Yayasan Sosial Vita Dulcedo mengungkapkan rasa syukur atas kunjungan tersebut.
“Kehadiran beliau menambah semangat kami dan membuka wawasan untuk lebih memikirkan masa depan pendidikan anak-anak,” ujarnya.
Saat ini, panti asuhan tersebut menampung sekitar 60 anak, mulai dari bayi hingga mahasiswa. Lima di antaranya tengah menempuh pendidikan di luar daerah, didampingi empat suster dan tiga karyawan.
Rasa haru juga disampaikan perwakilan anak panti. Mereka mengaku tidak menyangka bisa merasakan momen kebersamaan seperti itu.
“Kehadiran Bapak menjadi suatu kehormatan bagi kami. Ini momen yang tidak akan kami lupakan,” ucapnya.
Doa pun dipanjatkan agar Robin Manurung selalu diberi kesehatan dan kebijaksanaan dalam menjalankan tugasnya.
Menjelang akhir kegiatan, suasana kembali hening sejenak saat Robin menyampaikan pesan penutupnya.
“Pegang Tuhan dalam hidup kita. Minta dengan sungguh-sungguh, dan percaya, Tuhan pasti menjawab,” katanya.
Sore itu pun berakhir dengan senyum yang belum pudar. Di balik bantuan yang diberikan, ada sesuatu yang lebih besar yang tertinggal—harapan.









