PEMATANGSIANTAR – AIRMAILNEW
Personel piket Polsek Siantar Martoba bergerak cepat merespons laporan warga terkait temuan sesosok mayat perempuan di dalam rumah, Perumahan BKR Blok II No. 07, Kelurahan Tambun Nabolon, Kecamatan Siantar Martoba, Kota Pematangsiantar, Senin (16/3/2026) sekira pukul 17.20 WIB.
Kapolsek Siantar Martoba, AKP Martua Manik SH MH, menjelaskan bahwa korban diketahui berinisial RPP (48), berjenis kelamin perempuan.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun di lokasi kejadian, peristiwa bermula pada pagi hari sekira pukul 07.45 WIB. Saat hendak berangkat kerja bersama pacarnya, anak korban berinisial SRS (21) melihat dan mendengar ibunya masuk ke dalam kamar dan menutup pintu.
Selanjutnya, pada siang hari sekira pukul 13.00 WIB, suami korban berinisial PS (51) pulang ke rumah bersama saudara iparnya, RP (36), dengan maksud mengantarkan makan siang. Namun, saat dipanggil dan pintu kamar diketuk, korban tidak memberikan respons.
Karena curiga, saksi RP kemudian masuk ke dalam rumah melalui jendela depan. Ia mendapati korban dalam posisi telentang di dalam kamar dan diduga telah meninggal dunia. Mengetahui hal tersebut, anak korban langsung pulang ke rumah dan bersama keluarga memindahkan jenazah ke ruang tamu. Setelah diperiksa, korban dipastikan telah meninggal dunia.
Menerima laporan tersebut, personel Polsek Siantar Martoba yang dipimpin Kanit Reskrim IPDA Juhandya Malau SH bersama Tim Inafis Polres Pematangsiantar langsung turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Namun demikian, pihak keluarga menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah korban. Suami korban menyampaikan bahwa korban diduga meninggal akibat serangan jantung, mengingat korban memiliki riwayat penyakit tersebut. Penolakan autopsi dituangkan dalam surat pernyataan bermaterai.
“Atas permintaan keluarga, jenazah korban diserahkan untuk dibawa ke kampung halaman di Desa Silalahi, Kabupaten Dairi, guna dimakamkan,” ujar AKP Martua Manik.
Kapolsek menambahkan, dugaan sementara korban meninggal dunia akibat penyakit jantung yang dideritanya, sesuai keterangan dari pihak keluarga.
“Korban meninggal diduga akibat penyakit jantung. Jenazah telah diserahkan kepada keluarga karena pihak keluarga menolak autopsi dan membuat surat pernyataan,” pungkasnya.









