Model

Model
SimalungunKesehatanNewsPendidikanPeristiwaRubrik

Siswa Dihadang Saat Berangkat Sekolah, Polsek Silou Kahean Turun Tangan hingga Berakhir Damai

×

Siswa Dihadang Saat Berangkat Sekolah, Polsek Silou Kahean Turun Tangan hingga Berakhir Damai

Sebarkan artikel ini

SIMALUNGUN – AIRMAILNEW.COM Persoalan penghadangan empat pelajar saat hendak berangkat sekolah di Huta Pining, Nagori Pardomuan Bandar, Kecamatan Silou Kahean, Kabupaten Simalungun, berakhir damai.

Personel Polsek Silou Kahean melakukan problem solving melalui mediasi kekeluargaan setelah orang tua para siswa melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.

Kapolsek Silou Kahean AKP Edy Syahputra, SH, MH, mengatakan peristiwa itu terjadi Senin pagi sekitar pukul 06.30 WIB. Empat pelajar, Pricilia br Sipayung, Roby Damanik, Marcel Saragih dan Okto Sipayung, disebut dihadang seorang pria bernama Rafael Sipayung saat melintas menuju sekolah.Dalam kejadian tersebut, Rafael diduga melarang para pelajar melintas dan meminta warga Kampung Parapat Huluan, Nagori Simanabun, khususnya Kia Sipayung, datang menemuinya.

Merasa takut, Pricilia kemudian menghubungi ayahnya, Robet Lingga Sipayung. Robet bersama sejumlah warga mendatangi lokasi, namun Rafael telah meninggalkan tempat tersebut.

Orang tua para pelajar selanjutnya melaporkan kejadian itu ke Polsek Silou Kahean. Menindaklanjuti laporan tersebut, Kapolsek memerintahkan Kanit Binmas Aipda J. Napitupulu bersama Bhabinkamtibmas Aiptu Dodi Saragih turun tangan memediasi pihak-pihak yang terlibat.

“Kami langsung bergerak begitu menerima laporan. Keselamatan dan kenyamanan anak-anak saat hendak menuntut ilmu adalah prioritas. Kami tidak ingin persoalan antarwarga mengganggu aktivitas belajar mereka,” ujar AKP Edy, Senin (24/8/2026).

Melalui mediasi, Rafael mengakui kesalahannya dan menyampaikan permintaan maaf kepada para pelajar serta orang tua. Ia juga berjanji tidak mengulangi perbuatannya.Kesepakatan tersebut kemudian dituangkan dalam surat pernyataan damai yang ditandatangani kedua belah pihak secara kekeluargaan.

Kapolsek mengimbau masyarakat agar tidak mengambil tindakan sepihak dan mengedepankan musyawarah dalam menyelesaikan persoalan, sehingga potensi konflik dapat dicegah sejak dini.

“Jangan melakukan tindakan yang dapat merugikan orang lain. Setiap persoalan hendaknya diselesaikan dengan kepala dingin,” tegasnya.

Pasca mediasi, situasi di Nagori Pardomuan Bandar dan sekitarnya dilaporkan aman dan kondusif. Aktivitas belajar para siswa juga kembali berjalan normal.

AIRMAILNEW.COM | Pengantar Kebenaran