PEMATANGSIANTAR – AIRMAILNEW.COM
Kejar-kejaran menegangkan terjadi di sejumlah ruas jalan Kota Pematangsiantar, Jumat (21/8/2026) siang. Sebuah mobil Honda Calya BK 1827 NW diduga terlibat dua kali tabrak lari sebelum akhirnya berhasil dihentikan setelah dikejar warga hingga Jalan Gereja.
Di tengah situasi yang mulai memanas, personel Satlantas Polres Pematangsiantar bergerak cepat melakukan pengejaran dan mengamankan dua pria yang berada di dalam mobil tersebut.
Peristiwa bermula sekitar pukul 12.30 WIB di Jalan DI Panjaitan, tepatnya Simpang SKI, Kelurahan Aek Nauli, Kecamatan Siantar Selatan.
Mobil yang dikemudikan pria berinisial S (47), bersama rekannya Tanjung, diketahui melaju dari arah Parapat. Kendaraan tersebut diduga menabrak seorang pengguna jalan.
Namun, bukannya berhenti, pengemudi justru diduga terus melaju meninggalkan lokasi.
Warga yang mengetahui kejadian itu kemudian berusaha mengejar. Teriakan agar pengemudi menghentikan kendaraan pun tidak dihiraukan. Mobil tetap melaju hingga memasuki ruas Jalan Merdeka.
Kembali Menabrak, Korban Dilarikan ke Rumah Sakit
Di Jalan Merdeka, tepatnya di depan BRI, mobil tersebut kembali terlibat kecelakaan.
Kali ini, seorang pengendara sepeda motor berinisial BH (51) menjadi korban. BH diketahui merupakan salah seorang pegawai negeri sipil (PNS) di Kota Pematangsiantar.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami cedera dan langsung dilarikan ke RS Vita Insani Pematangsiantar untuk mendapatkan perawatan medis.
Pengejaran terhadap mobil tersebut semakin ramai. Warga yang sebelumnya mengejar dari lokasi kejadian terus membuntuti kendaraan hingga personel Satlantas Polres Pematangsiantar ikut bergerak melakukan pengejaran menggunakan sepeda motor.
Satlantas Bergerak Cepat, Amankan Dua Pria dari Amukan Massa
Pengejaran akhirnya berakhir di Jalan Gereja.
Mobil tersebut berhasil dihadang dan dikepung warga. Massa yang sudah tersulut emosi bahkan memecahkan kaca kendaraan dan sempat mengamuk terhadap dua pria yang berada di dalamnya.
Personel kepolisian yang berada di lokasi segera mengambil tindakan. Kedua pria tersebut diamankan dari tengah kerumunan untuk mencegah aksi massa semakin meluas.
Keduanya kemudian dibawa ke SPKT Polres Pematangsiantar sebelum diserahkan kepada Satlantas untuk menjalani pemeriksaan dan proses lebih lanjut.
Gerak cepat personel Satlantas ini menjadi penting, mengingat situasi di lokasi sempat memanas dan berpotensi membahayakan keselamatan kedua pria tersebut maupun warga yang berada di sekitar lokasi.
Pelat Nomor Diduga Palsu
Dalam pemeriksaan awal, polisi menemukan bahwa pelat nomor BK 1827 NW yang terpasang pada Honda Calya tersebut diduga palsu.
Saat dikonfirmasi di Satlantas, pengemudi berinisial S juga beberapa kali mengaku sebagai pekerja pers atau wartawan yang sedang melakukan peliputan dari kawasan Parapat.
“Kami juga wartawan, Bang. Mau meliput. Pakai plat palsu ini cuma supaya mudah lewat dari Sumut,” ujar S.
Berdasarkan pengakuan sementara keduanya, mereka sebelumnya berada di Pulau Samosir dan sedang dalam perjalanan menuju Tebing Tinggi sebelum kembali ke Sumatera Barat.
Namun, sejumlah hal masih harus dipastikan penyidik. Termasuk status sebenarnya pelat nomor kendaraan, kelengkapan dokumen kendaraan serta kondisi pengemudi saat mengendarai mobil.
Pemeriksaan Masih Berjalan
Hingga berita ini diterbitkan, Satlantas Polres Pematangsiantar masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap kedua pria tersebut.
Polisi juga belum menyampaikan hasil pemeriksaan apakah pengemudi berada di bawah pengaruh alkohol atau narkotika saat kejadian.
Kasus ini selanjutnya masih menunggu hasil pemeriksaan kepolisian untuk memastikan rangkaian kecelakaan, dugaan tabrak lari, serta penggunaan pelat nomor kendaraan yang dipersoalkan.
AIRMAILNEW.COM akan terus mengikuti perkembangan kasus ini.










