PEMATANGSIANTAR – AIRMAILNEW.COM
Pembangunan tembok penahan jalan di Jalan Asoka 6, Kelurahan Tambun Nabolon, Kecamatan Siantar Martoba, Pematangsiantar, menjadi perhatian setelah bagian konstruksi yang telah dikerjakan mengalami keruntuhan.
Proyek yang bersumber dari APBD Kota Pematangsiantar Tahun Anggaran 2026 itu tercantum pada papan informasi dengan nilai Rp399,7 juta dan masa pelaksanaan selama 120 hari kalender.
Airmailnew.com memantau langsung kondisi lokasi pada Sabtu (19/9/2026) sore. Di lokasi terlihat bagian pekerjaan yang mengalami keruntuhan serta aktivitas pekerjaan lanjutan berupa penanganan bronjong di sekitar aliran air.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena lokasi pekerjaan berada di sekitar rumah warga.
Warga Ceritakan Kronologi
Rizky Sikumbang, anak dari warga terdampak Jusmawati Sikumbang, kepada Airmailnew.com, Senin (21/9/2026), mengatakan persoalan bermula ketika rumah keluarganya disebut sempat masuk dalam rencana pembangunan pondasi penahan.
Menurut Rizky, sebelum pekerjaan dimulai, pihak yang disebut berasal dari Dinas PUTR bersama perangkat terkait telah meninjau rumah mereka, mengambil dokumentasi dan menyampaikan bahwa pondasi akan dibangun hingga ke area rumahnya.
“Awalnya proyek untuk pondasi dijanjikan rumah kami kena. Dari PU atau perangkat pemerintahan sudah meninjau, masuk ke rumah untuk melihat, memfoto dan menjanjikan rumah kami bakal kena pondasi,” kata Rizky.
Namun, saat pekerjaan berlangsung, pondasi yang dibangun ternyata tidak sampai ke rumah mereka.
“Rumah kami tidak kedapatan. Dijanjikan untuk anggaran tahun berikutnya. Pondasi sudah jadi, cuma sampai sebelah rumah saja, tidak sampai rumah kami,” ujarnya.
Rizky kemudian menyebut sempat dilakukan peninjauan kembali terhadap pondasi tersebut. Menurut informasi yang diterimanya, terdapat bagian pondasi yang kemudian dipahat atau dibongkar kembali.
Penggalian untuk Bronjong, Kemudian Terjadi Longsor
Persoalan berlanjut ketika dilakukan pekerjaan bronjong di sekitar lokasi.
Menurut Rizky, sebelum pekerjaan bronjong dilakukan, terdapat aktivitas excavator untuk mengorek bagian tanah di sekitar lokasi.
Ia menduga penggalian tersebut berlangsung ketika kondisi cuaca sedang sering hujan. Setelah itu, pada malam hari terjadi longsor yang berdampak terhadap area belakang rumah warga.
“Pagi hari baru kami tahu sudah longsor belakang rumah. Bangunan pondasi mereka juga jatuh,” katanya.
Rizky mengatakan keluarganya khawatir kondisi tersebut dapat semakin membahayakan rumah apabila terjadi hujan deras.
“Yang rawan itu rumah kami,” ujarnya.
Namun, terkait penyebab pasti robohnya konstruksi, belum dapat disimpulkan hanya berdasarkan keterangan warga. Faktor teknis seperti kondisi tanah, desain konstruksi, aliran air, metode pelaksanaan, pekerjaan alat berat maupun faktor cuaca perlu dijelaskan oleh pihak yang berwenang dan pelaksana pekerjaan.
Warga Harap Penanganan Tidak Menambah Risiko
Masyarakat sekitar berharap penanganan proyek dapat segera diselesaikan, namun tetap memperhatikan keselamatan rumah dan lingkungan sekitar.
Bagi warga, penyelesaian pekerjaan bukan hanya soal mengejar target waktu, tetapi juga memastikan setiap tahapan pekerjaan dilakukan secara tepat sehingga tidak menimbulkan persoalan baru.
Terlebih, pekerjaan tembok penahan dan bronjong berkaitan langsung dengan kestabilan tanah dan aliran air. Kesalahan penanganan atau pekerjaan yang tidak disesuaikan dengan kondisi lapangan berpotensi berdampak kepada lingkungan dan bangunan di sekitarnya.
Karena itu, warga berharap pemerintah dan pelaksana pekerjaan melakukan pemeriksaan teknis secara menyeluruh serta memberikan kepastian mengenai langkah pengamanan terhadap rumah warga yang berada di sekitar lokasi.
Empat Pertanyaan Airmailnew Belum Dijawab PUTR
Airmailnew.com telah meminta konfirmasi kepada Kepala Dinas PUTR Kota Pematangsiantar, Sopian Purba, setelah pemantauan langsung di lokasi.
Hingga Senin (21/9/2026), belum diperoleh jawaban atas pertanyaan yang disampaikan, yakni:
- Apakah benar tembok penahan yang baru selesai dikerjakan mengalami keruntuhan?
- Apa penyebab teknis keruntuhan tersebut?
- Apakah material dari bagian tembok yang roboh digunakan kembali untuk pekerjaan bronjong dan apakah hal itu sesuai kontrak atau spesifikasi teknis?
- Apakah pekerjaan bronjong merupakan bagian dari kontrak Rp399,7 juta atau pekerjaan dengan kontrak/anggaran berbeda?
Airmailnew.com tetap membuka ruang konfirmasi kepada Dinas PUTR Kota Pematangsiantar dan pihak pelaksana proyek untuk memberikan penjelasan mengenai kondisi tersebut.
Sebab, pembangunan yang menggunakan uang rakyat diharapkan tidak hanya selesai secara fisik, tetapi juga aman, sesuai perencanaan dan mampu memberikan perlindungan bagi masyarakat yang berada di sekitar lokasi pekerjaan.










