SIMALUNGUN – AIRMAILNEW.COM
Kabupaten Simalungun menunjukkan tren positif dalam peta pembangunan daerah di Sumatera Utara. Berdasarkan pemetaan Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) yang dirilis Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Simalungun berhasil masuk dalam kluster performa menengah atas dengan skor 3,56.
Capaian tersebut menempatkan Simalungun berada di atas rata-rata nasional yang berada di angka 3,50. Posisi ini sekaligus memperlihatkan kemampuan daerah dalam menjaga stabilitas ekonomi, memperkuat kualitas sumber daya manusia, serta memanfaatkan potensi wilayah secara berkelanjutan.
Dalam klasifikasi BRIN, daerah dengan skor 3,50 hingga 3,69 masuk kategori performa menengah atas, yakni wilayah yang dinilai memiliki kondisi pasar yang stabil dan dukungan SDM yang cukup kuat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Tak hanya itu, performa ekonomi Kabupaten Simalungun juga menunjukkan perkembangan signifikan. Berdasarkan data BPS per 5 Februari 2026, pertumbuhan ekonomi Simalungun pada Triwulan IV Tahun 2025 mencapai 5,05 persen dan menempati posisi kedua tertinggi di Sumatera Utara setelah Kota Medan yang berada di angka 6,54 persen.
Pencapaian tersebut menjadi sinyal positif bahwa Simalungun terus bergerak menuju daerah dengan daya saing yang lebih kuat di tingkat regional.
Bupati Simalungun melalui Sekretaris Daerah Kabupaten Simalungun, Mixnon Andreas Simamora, menyampaikan bahwa capaian tersebut harus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pembangunan di berbagai sektor.
“Kita bersyukur Simalungun masuk dalam kluster performa menengah atas. Namun ini bukan akhir, melainkan motivasi agar ke depan kita bisa naik ke kluster performa tertinggi di Sumatera Utara,” ujar Mixnon Andreas Simamora.
Ia juga menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh perangkat daerah dalam meningkatkan kualitas pembangunan dan memperkuat daya saing daerah secara berkelanjutan.
Menurutnya, peningkatan Indeks Daya Saing Daerah harus didukung oleh sinergi lintas sektor, mulai dari penguatan SDM, pengembangan inovasi, peningkatan kualitas pasar, hingga pembangunan lingkungan pendukung yang lebih baik.
Sebagai informasi, IDSD diukur berdasarkan empat pilar utama, yakni kualitas sumber daya manusia, kondisi pasar, ekosistem inovasi, dan lingkungan pendukung. Keempat aspek tersebut menjadi indikator penting dalam menentukan kemampuan suatu daerah bersaing di tingkat nasional.
Dengan capaian yang terus menunjukkan tren positif, Kabupaten Simalungun kini dinilai memiliki peluang besar untuk naik kelas menjadi salah satu daerah dengan performa tertinggi di Sumatera Utara.









