PEMATANGSIANTAR – AIRMAILNEW.COM
Ibu kandung almarhum Jaka Malau, Dahlia Siallagan, masih menuntut keadilan atas kematian putranya yang menjadi korban pengeroyokan di kawasan Taman Bunga, Kota Pematangsiantar. Dahlia berharap Komisi III DPR RI dapat memberikan perhatian terhadap penanganan kasus tersebut karena keluarga merasa masih terdapat sejumlah kejanggalan.
Saat ditemui di Pematangsiantar, Minggu (14/6/2026), Dahlia mengaku kesulitan memperoleh informasi perkembangan penyidikan. Ia juga membantah pernyataan yang menyebut anaknya berprofesi sebagai pembuat tato.
“Saya pastikan anak saya bukan pembuat tato. Saya berharap kasus ini diusut tuntas dan tidak ada yang ditutupi,” ujar Dahlia didampingi anak-anaknya, Tina Malau dan Rizki Malau.
Keluarga korban juga meminta agar seluruh pelaku yang terlibat dapat diungkap secara transparan. Mereka mengaku hingga kini belum menerima Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) dan berharap komunikasi antara penyidik dengan keluarga korban dapat ditingkatkan.
Perwakilan keluarga besar Silau Raja yang turut mendampingi keluarga korban menyatakan tetap mempercayakan penanganan perkara kepada Polres Pematangsiantar. Mereka berharap proses hukum berjalan profesional hingga seluruh fakta terungkap dan para pelaku mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Sebagai informasi, peristiwa pengeroyokan yang menewaskan Jaka Malau terjadi pada Kamis (28/5/2026) sekitar pukul 21.20 WIB di kawasan Taman Bunga, Jalan Merdeka, Kelurahan Dwikora, Kota Pematangsiantar. Dari enam terduga pelaku, dua orang telah menyerahkan diri dan ditahan untuk menjalani proses hukum, sementara satu orang lainnya masih menjalani perawatan medis. (Red)










