Model

Model
SimalungunKesehatanNasionalNews

Kenali Hepatitis B, Penyakit Hati yang Bisa Picu Sirosis dan Kanker Hati

×

Kenali Hepatitis B, Penyakit Hati yang Bisa Picu Sirosis dan Kanker Hati

Sebarkan artikel ini

SIMALUNGUN – AIRMAILNEW.COM Masyarakat perlu mengenali hepatitis B, yaitu infeksi hati yang disebabkan oleh virus hepatitis B (HBV). Penyakit ini dapat berlangsung dalam jangka panjang atau menjadi kronis, bahkan berisiko menyebabkan sirosis hingga kanker hati apabila tidak ditangani dengan tepat.

 

Hepatitis B dapat menular melalui darah dan cairan tubuh yang terinfeksi. Penularan dapat terjadi dari ibu yang terinfeksi kepada bayinya saat persalinan, melalui hubungan seksual tanpa pengaman dengan penderita, serta penggunaan jarum suntik atau alat tindik, tato, dan cukur yang tidak steril.

 

Risiko penularan juga dapat berasal dari transfusi darah yang tidak melalui pemeriksaan memadai. Karena itu, penggunaan alat medis dan perlengkapan pribadi yang steril serta pemeriksaan darah sesuai standar sangat penting untuk mencegah penularan.

 

Gejala hepatitis B antara lain kulit dan bagian putih mata menguning, tubuh mudah lelah, mual, muntah, serta nyeri perut. Namun, sebagian penderita tidak mengalami gejala, terutama pada tahap awal, sehingga pemeriksaan kesehatan diperlukan untuk mengetahui status infeksi.

 

Virus hepatitis B dapat menyebabkan peradangan dan kerusakan sel hati. Jika infeksi berlangsung kronis, kerusakan berulang dapat membentuk jaringan parut atau fibrosis. Dalam kondisi yang lebih berat, penyakit dapat berkembang menjadi sirosis dan meningkatkan risiko kanker hati.

 

Apabila terdiagnosis hepatitis B, masyarakat dianjurkan segera berkonsultasi dengan dokter untuk menjalani pemeriksaan dan memperoleh penanganan sesuai kondisi masing-masing. Pengobatan hepatitis B kronis bertujuan menekan perkembangan virus, menjaga fungsi hati, serta mengurangi risiko sirosis, kanker hati, dan kematian.

 

Terapi dapat berupa obat antivirus yang diminum atau pengobatan suntikan tertentu bagi pasien yang memenuhi kriteria medis. Jenis terapi dan lama pengobatan ditentukan dokter. Penderita tidak boleh menghentikan pengobatan tanpa berkonsultasi dengan tenaga medis karena virus dapat kembali aktif.

 

Vaksinasi Jadi Langkah Penting Pencegahan

 

Salah satu langkah paling efektif untuk mencegah hepatitis B adalah vaksinasi. Vaksin hepatitis B dapat memberikan perlindungan jangka panjang, terutama apabila diberikan sesuai jadwal yang dianjurkan. Bayi juga perlu mendapatkan imunisasi hepatitis B sesuai jadwal, termasuk dosis lahir sesuai ketentuan kesehatan.

 

Selain vaksinasi, masyarakat dianjurkan tidak berbagi jarum suntik maupun alat pribadi yang berpotensi terkena darah, seperti alat cukur dan sikat gigi. Pastikan pula alat untuk tindik, tato, dan tindakan medis menggunakan perlengkapan steril.

 

Pencegahan lainnya meliputi perilaku seksual yang aman, tidak berganti-ganti pasangan, menghindari narkoba suntik, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, berolahraga secara teratur, serta menghindari alkohol dan rokok.

 

Masyarakat yang merasa berisiko atau memiliki anggota keluarga dengan hepatitis B sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk mempertimbangkan pemeriksaan dan vaksinasi.

 

Dengan meningkatkan pengetahuan, melakukan vaksinasi, serta menjalani pemeriksaan dan pengobatan yang tepat, risiko penularan dan komplikasi hepatitis B dapat ditekan. Kenali, cegah, dan lindungi diri serta keluarga dari hepatitis B.