Model

Nasional

Ikuti Google Maps, Pemudik Ini Malah Tersesat ke Hutan di Pemalang: Diselamatkan Polisi di Tengah Hujan

×

Ikuti Google Maps, Pemudik Ini Malah Tersesat ke Hutan di Pemalang: Diselamatkan Polisi di Tengah Hujan

Sebarkan artikel ini

PEMALANG – AIRMAILNEW

Perjalanan mudik yang seharusnya penuh kebahagiaan berubah menjadi mimpi buruk bagi Arif Irawan (37). Bersama istri dan anaknya, ia justru tersesat hingga masuk ke kawasan hutan gelap di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, pada Minggu (22/3) malam.

Berangkat dari Banyumas menuju Pekalongan, perjalanan awal Arif berjalan lancar. Namun situasi berubah drastis setelah ia mengikuti rute alternatif yang disarankan aplikasi Google Maps melalui Desa Pabuaran.

Arif sempat berhenti untuk beristirahat dan menunaikan salat Maghrib sebelum melanjutkan perjalanan. Tak lama kemudian, jalan yang dilalui mulai berubah.

“Awalnya biasa saja, tapi lama-lama jalannya semakin sempit, gelap, dan sunyi,” ujar Arif, Senin (23/3).

Motor yang dikendarainya terus melaju hingga memasuki kawasan hutan dan perbukitan di Desa Parunggalih, Kecamatan Bodeh. Di tengah suasana gelap tanpa penerangan, hanya mengandalkan lampu motor, rasa khawatir mulai menyelimuti keluarga kecil itu.

Arif sempat mencoba putar balik. Namun situasi semakin buruk saat hujan tiba-tiba turun deras. Jalan tanah berubah menjadi licin dan berlumpur, membuat sepeda motor mereka beberapa kali tergelincir.

Terjebak di tengah hutan, dalam kondisi panik dan minim bantuan, Arif akhirnya menghubungi layanan darurat 110. Panggilan itu langsung direspons oleh operator Polres Pemalang yang segera berkoordinasi dengan Polsek Bodeh.

Petugas kepolisian bergerak cepat. Mereka menyusuri medan berat berupa jalan berlumpur dan hutan gelap demi mencari lokasi Arif dan keluarganya.

Upaya itu membuahkan hasil. Arif bersama istri dan anaknya berhasil ditemukan dalam kondisi selamat, meski sempat mengalami ketakutan di tengah hutan.

Petugas kemudian mengevakuasi mereka ke rumah perangkat desa setempat untuk beristirahat. Polisi bersama warga juga kembali ke lokasi untuk mengevakuasi sepeda motor milik Arif yang tertinggal.

Meski harus berjibaku dengan medan licin, kendaraan tersebut akhirnya berhasil dikeluarkan. Tak berhenti di situ, polisi bahkan mengantar Arif dan keluarganya hingga tiba di rumah tujuan mereka di Desa Sidomulyo, Pekalongan.

“Terima kasih. Kalau bukan karena bantuan polisi, mungkin tidak ada lagi yang menolong kami,” ungkap Arif haru.

Kasatgas Humas Ops Ketupat Candi 2026 Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Artanto, mengingatkan para pemudik agar tidak sembarangan memilih jalur alternatif.

“Gunakan jalur resmi yang aman. Jangan mudah tergiur rute alternatif yang belum tentu aman, apalagi dalam kondisi cuaca tidak menentu,” tegasnya.

Peristiwa ini menjadi peringatan bagi para pemudik agar lebih waspada dalam menggunakan aplikasi navigasi. Keselamatan tetap harus menjadi prioritas utama dibanding sekadar mencari jalur tercepat.