Model

SimalungunEkonomiTeknologi

Ikuti FGD Pengembangan KEK Danau Toba di Bali, Bupati Simalungun Gali Strategi Pariwisata Berbasis Budaya

×

Ikuti FGD Pengembangan KEK Danau Toba di Bali, Bupati Simalungun Gali Strategi Pariwisata Berbasis Budaya

Sebarkan artikel ini

GIANYAR, BALI – AIRMAILNEW.COM

Bupati Simalungun, Dr. H. Anton Achmad Saragih, menghadiri Focus Group Discussion (FGD) percepatan pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Danau Toba yang digelar Bank Indonesia di Kantor Bupati Gianyar, Bali, Senin (11/05/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi Pemerintah Kabupaten Simalungun untuk menggali strategi pengembangan pariwisata berbasis budaya yang sukses diterapkan di Kabupaten Gianyar, Bali, salah satu destinasi wisata unggulan dunia.

FGD itu turut dihadiri kepala daerah kawasan Danau Toba, perwakilan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), jajaran Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara dan BI Sibolga, serta Wakil Bupati Gianyar, Anak Agung Gede Mayun.Dalam forum tersebut dibahas berbagai strategi pengembangan pariwisata berkelanjutan, mulai dari sinergi lintas sektor, penguatan ekonomi masyarakat, hingga pemanfaatan digitalisasi pembayaran melalui QRIS guna mendukung pelaku UMKM dan ekonomi lokal.

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi pemaparan di Hotel Royal Pitamaha oleh pakar pariwisata sekaligus Ketua PHRI Bali, Prof. Dr. Ir. Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati atau Prof. Cok Ace. Ia menekankan pentingnya konsep “Local Value Chain”, di mana sektor pariwisata harus mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat, mulai dari petani, pelaku UMKM, pengrajin hingga generasi muda.

“Pariwisata harus menjadi kekuatan ekonomi yang berkelanjutan dan tetap berpijak pada karakter budaya daerah,” ujar Prof. Cok Ace.

Sementara itu, Bupati Simalungun, Anton Achmad Saragih, menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Simalungun untuk membangun sektor pariwisata Danau Toba yang tidak hanya berkelas dunia, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, kolaborasi seluruh pihak, keramahan masyarakat, serta penguatan budaya lokal menjadi kunci utama dalam membangun pariwisata yang berdaya saing dan memiliki identitas kuat.

“Ke depan, hotel dan destinasi wisata di kawasan Danau Toba harus menjadi pasar bagi hasil pertanian, perkebunan, serta karya para pengrajin lokal agar manfaat ekonomi benar-benar dirasakan masyarakat,” ujar Bupati Anton.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan pengembangan KEK Danau Toba dapat berjalan lebih terarah dan berkelanjutan, sekaligus menjaga kelestarian budaya dan alam sebagai kekuatan utama pariwisata Sumatera Utara.