PEMATANGSIANTAR – AIRMAILNEW.COM
Menghadapi berbagai potensi keadaan darurat, PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Pematangsiantar memperkuat kesiapsiagaan para pekerjanya melalui Pelatihan dan Simulasi Tanggap Darurat, Rabu (16/9/2026).
Sekitar 70 peserta yang terdiri dari pegawai dan Tenaga Alih Daya (TAD) mengikuti kegiatan tersebut. Peserta berasal dari berbagai fungsi, mulai dari petugas pelayanan teknik (Yantek), security, cleaning service, petugas gudang hingga pegawai PLN UP3 Pematangsiantar.
Pelatihan tersebut dirancang untuk meningkatkan pengetahuan sekaligus keterampilan personel dalam menghadapi berbagai kondisi darurat yang berpotensi mengancam keselamatan pekerja maupun mengganggu operasional PLN.
Sejumlah skenario keadaan darurat menjadi materi dalam kegiatan tersebut, di antaranya ancaman gempa bumi, angin puting beliung, banjir dan kebakaran.
Materi mengenai penanganan berbagai ancaman tersebut disampaikan oleh Safindo Raya. Pelatihan kemudian dilanjutkan dengan simulasi penanganan kebakaran yang melibatkan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Pematangsiantar.
Tak hanya menghadapi bencana dan kebakaran, kesiapsiagaan terhadap ancaman keamanan juga menjadi bagian dari pelatihan. PLN UP3 Pematangsiantar menggandeng Brimob Polri Pematangsiantar untuk memberikan materi dan simulasi penanganan ancaman huru-hara serta ancaman teror.
Peserta juga dibekali sejumlah kemampuan dasar dalam menghadapi kondisi darurat, seperti prosedur evakuasi dan penyelamatan, penanganan awal kebakaran, penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), hingga pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K).
Materi lainnya meliputi komunikasi dan koordinasi saat keadaan darurat, pengamanan area, pengendalian situasi, serta evaluasi terhadap prosedur dan kesiapsiagaan tanggap darurat.
Asman Niaga dan Pemasaran PLN UP3 Pematangsiantar, Reagen CH Saragih, yang hadir mewakili Manager PLN UP3 Pematangsiantar, mengatakan kesiapsiagaan tidak cukup hanya dibangun melalui pemahaman teori, tetapi juga membutuhkan latihan secara berkala.
«“Kesiapsiagaan bukan hanya tentang mengetahui apa yang harus dilakukan, tetapi juga bagaimana kita dapat bertindak dengan cepat, tepat, dan terkoordinasi ketika menghadapi keadaan darurat,” ujar Reagen.»
Menurutnya, melalui pelatihan dan simulasi tersebut, setiap peserta diharapkan semakin memahami peran dan tanggung jawab masing-masing ketika terjadi kondisi darurat.
“Melalui pelatihan dan simulasi ini, kita berharap seluruh peserta semakin memahami peran masing-masing dan mampu menjaga keselamatan diri maupun lingkungan kerja,” lanjutnya.
Reagen juga menilai keterlibatan pegawai maupun TAD dari berbagai fungsi menjadi bagian penting dalam membangun budaya keselamatan di lingkungan kerja PLN.
Pasalnya, setiap personel memiliki peran dalam memastikan lingkungan kerja tetap aman serta mampu merespons keadaan darurat secara cepat dan terkoordinasi.
Selain meningkatkan kemampuan personel, kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk menguji kesiapan prosedur tanggap darurat yang telah diterapkan PLN. Simulasi memberikan pengalaman langsung kepada peserta dalam menghadapi sejumlah skenario yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
PLN UP3 Pematangsiantar menyatakan akan terus memperkuat budaya keselamatan dan meningkatkan kesiapsiagaan seluruh insan PLN. Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung terciptanya lingkungan kerja yang aman sekaligus menjaga keandalan operasional PLN dalam menghadapi berbagai kondisi darurat.










