Model

Model
PematangsiantarKesehatanNewsSimalungun

TTNT-ASADE 2002 Siantar-Simalungun: Bukan Sekadar Temu Kangen, Persaudaraan Didorong Jadi Kepedulian

×

TTNT-ASADE 2002 Siantar-Simalungun: Bukan Sekadar Temu Kangen, Persaudaraan Didorong Jadi Kepedulian

Sebarkan artikel ini

PEMATANGSIANTAR — AIRMAILNEW.COM

Lebih dari dua dekade menjalani perjalanan sebagai anggota Polri tak hanya menyisakan kenangan, tetapi juga memperkuat ikatan persaudaraan di antara keluarga besar TTNT-ASADE 2002.

Semangat itulah yang terasa dalam Temu Kangen dan Silaturahmi Keluarga Besar TTNT-ASADE 2002 yang digelar di Rumah Makan Ayam Pecak Aki Bintang, Jalan Lapa Bola Bawah, Kelurahan Pardamean, Kota Pematangsiantar, Kamis (8/10/2026).

Pertemuan tersebut menjadi momentum bagi para anggota letting untuk kembali bernostalgia tentang perjalanan mereka sejak dipertemukan di SPN Sampali, hingga menjalani penugasan dan pengabdian di berbagai wilayah.

Namun, pertemuan kali ini tidak ingin berhenti pada sekadar makan bersama dan mengenang masa lalu.

Kasat Lantas Polres Pematangsiantar AKP Simon E. Simatupang, S.H., M.H., CPHR, yang menginisiasi pertemuan tersebut, mengajak keluarga besar TTNT-ASADE 2002 menjadikan silaturahmi sebagai wadah untuk memperkuat persaudaraan sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.“Bukan hanya sekadar seremoni, kumpul dan makan. Ini adalah wadah bagi kita keluarga besar TTNT,” ujar Simon dalam sambutannya.

Menurut Simon, setelah lebih dari 20 tahun menjalani pengabdian, setiap anggota seharusnya tidak hanya melihat perjalanan dari sisi pangkat maupun jabatan. Lebih penting dari itu adalah bagaimana keberadaan mereka dapat memberikan manfaat bagi orang lain.

Ia kembali mengingatkan prinsip yang pernah menjadi bagian dari perjalanan mereka:

“Knowledge is power, but character is more.”

Bagi Simon, pengetahuan dan pengalaman harus berjalan bersama karakter. Sebab, perjalanan panjang dalam institusi Polri semestinya melahirkan pribadi-pribadi yang semakin matang dan bermanfaat bagi masyarakat.

Persaudaraan Diharapkan Tak Berhenti di Seremoni

Gagasan untuk membuat silaturahmi lebih bermakna juga disampaikan Ketua TTNT-ASADE 2002 Polres Pematangsiantar Aiptu Ramses Simanjuntak, S.H.

Ramses mengusulkan agar keluarga besar tidak hanya memikirkan seremoni peringatan ulang tahun letting, tetapi juga memberikan perhatian kepada keluarga anggota yang telah lebih dahulu meninggal dunia.Menurutnya, masih ada keluarga almarhum anggota letting yang selama ini belum sempat dikunjungi secara langsung oleh keluarga besar TTNT-ASADE Pematangsiantar.

Karena itu, ia mengusulkan agar momentum kebersamaan tersebut diwujudkan melalui tali kasih bagi keluarga anggota yang telah meninggal dunia.

“Kalau bisa, bulan Desember ini kita berembuk untuk membicarakan apa yang bisa kita berikan sebagai tali kasih kepada keluarga-keluarga yang ditinggalkan saudara-saudara kita,” kata Ramses.

Rencana tersebut nantinya akan dibicarakan dan disusun bersama, termasuk bentuk kepedulian yang dianggap paling tepat bagi keluarga yang ditinggalkan.

AKP Simon: Kalau Niatnya Baik, Pasti Ada Jalan

Gagasan tersebut mendapat dukungan penuh dari AKP Simon.

Ia menilai kepedulian terhadap keluarga anggota yang telah meninggal merupakan bagian penting dari makna persaudaraan.

Simon mengajak seluruh anggota tidak memandang besar atau kecilnya bantuan. Menurutnya, yang paling penting adalah keikhlasan dan niat untuk saling membantu.

“Andai itu saya, kita tidak tahu besok masih bisa berkumpul dan tertawa seperti ini. Andai besok anak dan istri kita yang kita tinggalkan,” ujarnya.

Ia bahkan mendorong agar program kepedulian tersebut dapat disusun secara bertahap sehingga keberadaan keluarga besar TTNT-ASADE benar-benar dirasakan manfaatnya.

“Intinya niatnya saja. Mungkin nanti kita buat daftar, apa programnya dan apa maknanya. Kita ini harus bermanfaat,” kata Simon.

24 Tahun Pengabdian, Kenangan Tetap Menjadi Perekat

Sementara itu, IPDA Jan Sinaga, yang mewakili keluarga besar TTNT-ASADE 2002, mengajak seluruh anggota untuk mensyukuri perjalanan panjang yang telah dilalui.Menurutnya, para anggota kini telah memasuki usia 40-an dan telah menjalani pengabdian sekitar 24 tahun.

Perjalanan tersebut tentu tidak selalu berjalan bersama. Ada yang berpindah tugas, ada yang memasuki masa purnabakti, dan ada pula rekan seperjuangan yang telah lebih dahulu meninggal dunia.

Karena itu, Jan berharap pertemuan tersebut bukan menjadi yang pertama sekaligus terakhir.

Ia mengajak seluruh anggota untuk terus membangun komunikasi dan menggelar pertemuan secara rutin agar hubungan persaudaraan yang telah terjalin sejak pendidikan tetap terjaga.

Dari Simalungun, Dukungan untuk Memperkuat Kebersamaan

Dukungan serupa disampaikan Aiptu Reyvancius Sitio, yang mewakili keluarga besar TTNT-ASADE 2002 dari Polres Simalungun.Ia mengapresiasi inisiatif AKP Simon yang telah mempertemukan kembali para anggota letting dalam suasana sederhana namun penuh keakraban.

Menurut Reyvancius, kebersamaan tersebut menjadi momentum untuk kembali memperkuat hubungan antaranggota yang telah menjalani perjalanan panjang dalam pengabdian.

Ia juga menyatakan dukungan terhadap berbagai program yang nantinya disepakati bersama demi kebaikan dan perkembangan keluarga besar TTNT-ASADE 2002.

Menjaga Persaudaraan Setelah 24 Tahun

Temu kangen tersebut akhirnya bukan sekadar menjadi ruang untuk mengulang cerita masa lalu.

Lebih dari itu, pertemuan tersebut melahirkan gagasan agar persaudaraan yang telah dibangun selama lebih dari dua dekade dapat diwujudkan dalam kepedulian nyata.

Sebab, bagi keluarga besar TTNT-ASADE 2002, perjalanan panjang pengabdian bukan hanya tentang pangkat, jabatan dan tempat bertugas.

Ada persahabatan yang harus dijaga, ada keluarga yang harus diperhatikan, serta ada pesan dari rekan-rekan yang telah lebih dahulu pergi yang tetap menjadi bagian dari perjalanan mereka.

Dari kenangan menjadi kepedulian. Dari persaudaraan menjadi manfaat.

Semangat itulah yang diharapkan terus tumbuh di tengah keluarga besar TTNT-ASADE 2002.

Airmailnew.com — Pengantar Kebenaran