Model

Model
EkonomiSimalungun

Anggota DPRD Sumut Dasa M. Sinaga Gelar Reses dan Sosialisasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan di Bosar Galugur

×

Anggota DPRD Sumut Dasa M. Sinaga Gelar Reses dan Sosialisasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan di Bosar Galugur

Sebarkan artikel ini

SIMALUNGUN – AIRMAILNEW.COM

Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara dari Fraksi Golkar, Dasa Marolop Sinaga, SE, melaksanakan kegiatan reses sekaligus sosialisasi Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pemajuan Kebudayaan di Provinsi Sumatera Utara Tahun 2026 di Desa Bosar Galugur, Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun, Jumat (12/6/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Camat Tanah Jawa, Kepala Desa Bosar Galugur, perwakilan Polsek Tanah Jawa, Koramil 10 Balimbingan, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta ratusan warga setempat.

Tokoh agama Simalungun, H. Sulaiman Sinaga, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Dasa M. Sinaga yang memilih Desa Bosar Galugur sebagai lokasi pelaksanaan reses dan sosialisasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Dasa M. Sinaga yang telah melaksanakan reses di Desa Bosar Galugur. Semoga melalui sosialisasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan ini, masyarakat semakin terdorong untuk melestarikan budaya yang kita miliki. Kami juga berharap berbagai aspirasi yang disampaikan masyarakat dapat ditindaklanjuti dan direalisasikan,” ujarnya.Sementara itu, tokoh masyarakat Diaman Sinaga menyampaikan sejumlah aspirasi warga, mulai dari pelestarian budaya lokal hingga kebutuhan pembangunan infrastruktur.

Menurutnya, masyarakat berharap adanya perhatian terhadap wacana pemekaran Kabupaten Simalungun, kelangkaan pupuk yang kerap terjadi di wilayah Tanah Jawa, serta pembangunan jembatan yang menghubungkan Kecamatan Tanah Jawa dengan Kecamatan Jawa Maraja Bah Jambi.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Dasa Marolop Sinaga menegaskan bahwa kegiatan reses merupakan wadah untuk menyerap dan memperjuangkan aspirasi masyarakat.

“Kami hadir di sini untuk berdiskusi mengenai Ranperda Pemajuan Kebudayaan sekaligus mendengar berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. Semua aspirasi yang disampaikan akan kami teruskan kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara untuk ditindaklanjuti sesuai kewenangan yang ada,” katanya.

Terkait isu kebudayaan, Dasa menyoroti pentingnya menjaga etika dalam penyampaian konten budaya di media sosial. Ia menilai seluruh pihak harus ikut menjaga nilai-nilai budaya agar tidak disalahartikan maupun disampaikan dengan cara yang tidak pantas.

Selain itu, Dasa juga menanggapi usulan pembangunan jembatan yang menjadi kebutuhan masyarakat. Menurutnya, usulan tersebut akan terlebih dahulu ditelaah dan disampaikan kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara untuk diproses sesuai mekanisme yang berlaku.

Mengenai kelangkaan pupuk, Dasa mengakui persoalan tersebut sudah lama menjadi keluhan petani dan telah berulang kali disampaikan kepada pihak distributor maupun instansi terkait.

Pada kesempatan itu, ia juga menyatakan dukungannya terhadap rencana pembangunan Tugu Raja Sinaga di Tanah Jawa melalui pengajuan proposal kepada pemerintah.

Sementara untuk jembatan yang mengalami kerusakan akibat bencana di Dusun Pining III, Dasa menyebutkan bahwa perbaikannya direncanakan akan dilaksanakan pada tahun ini.

Menutup kegiatan tersebut, Dasa M. Sinaga mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah hadir dan berpartisipasi dalam dialog bersama.

“Terima kasih atas kehadiran dan masukan yang telah disampaikan. Semoga seluruh aspirasi masyarakat dapat diperjuangkan dan memberikan manfaat bagi kemajuan daerah,” pungkasnya.